PRAKATA HUMAS

Kegiatan humas selalu terkait dengan komunikasi. Jika ditinjau dari segi komunikasi, maka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

    1. Komunikasi formal

Yaitu komunikasi yang dilakukan oleh petugas-petugas yang ditunjuk oleh lembaga atau instansi untuk melakukan kegiatan humas. Kegiatan komunikasi formal ini dilakukan secara sistematis, terencana tujuanya dan dinyatakan dengan jelas.

    2. Komunikasi informal

Yaitu semua pemindahan gagasan atau ide yang dilakukan melalui jalur yang tidak direncanakan terlebih dahulu. Komunikasi informal kadang mempunyai keuntungan antara lain:

    a.    Penyebaran inormasi dapat langsung kepada tujuanya karena tidak usah melalui prosedur tertentu.

    b.    Tidak mengenal batas-batas organisasi sehingga lebih fleksibel

    c.    Komunikasi berlangsung dalam suasana yang akrab, dengan lebih banyak penjelasan yang rinci yang akhirnya bermanfaat bagi kelancarn komunikasi formal.

    d.    Tidak mengenal batas waktu, artinya dapat dilakukan sewaktu-waktu tidak mengenal hari libur).

Apabila sekolah dipandang sebagai suatu organisasi maka komunikasi yang terjadi dibedakan menjadi dua:

        1.    Komunikasi internal

Komunikasi internal adalah komunikasi yang terjadi di dalam sekolah, yakni:

        a.    Antara kpala sekolah dengan guru

        b.    Antara kepala sekolah dengan siswa

        c.    Antara kepala sekolah dengan tata usaha

        d.    Antar guru dengan guru

        e.    Antara guru dengan sisiwa

        f.    Antara guru dengan tata usaha

        g.    Antara siswa dengan tata usaha

        2.  Komunikasi ekstrnal

Komunikasi eksternal yaitu komunikasi yang terjadi antara sekolah dengan masyarakat yakni orang tua atau wali siswa dan masyarakat pada umumnya.

Ditinjau dari arah komunikasinya maka dapat dibedakn menjadi:

    a. Komunikasi ke atas, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh lembaga yang

dituju. Isi komunikasi dapat berupa:

        1. Laporan

Terdiri atas laporan perencanaan, misalkan pengajuan program kerja yang dibuat oleh sekolah kepada kepala bidang, usul kebutuhan sekolah, satuan pelajaran yang dibuat oleh guru yang ditujukan kepda sekolah dan sebagainya, dan laporan pelaksanaan program misalnya laporan penerimaan siswa baru, laporan pelaksanaan UAN dan sebagainya.

        2.  Informasi

Yaitu laporan tentang kejadian-kejadian yang terjadi di sekolah yang tidak  saluran air, ada siswa yang memenangkan lomba mengarang dan sebagainya.

        3.   Keluhan dan Saran

Dalam negara demokrasi terus terjalin suatu hubungan yang erat dan bebas antara atasan dengan bawahan. Oleh karena itu iklim demokrasi ini juga harus ditumbuhkan sebaik-baiknya. Adanya keluhan dan saran-saran dari bawahan bukan merupakan suatu yang hanya perlu diterima, tetapi juga perlu ditangani dan dilaksanakan sepanjang masih dalam batas-batas kewajaran.

    b.    Komunikasi ke bawah, yaitu komunikasi yang diberikan oleh atasan kepada bawahan dalam jalur organisasi. Komunikasi ke bawah terjadi:

        1.  Dari Mentri Pendidikan dan kebudayaan kepada Instansi di daerah, yaitu Kepala Dinas Pendidikan

        2.   Dari kepala Kepala Dinas Pendidikan ke kepala Suku Dinas Pendidikan

        3.   Dari Kepala Sekolah kepada guru-guru, tata usaha dan siswa.

Tujuan komunikasi ke bawah adalah untuk memberitahu, menyadarkan, mendorong, mempengaruhi, memerintahkan agar bawahan bersikap dan bertindak sesuai isi pesan dan tujuannya. Wujud komunikasi ke bawah yang berifat kedinasan yang datang dari departemen pendidikan dan kebudayaan maupun kantor wilayah Depdikbud selalu dalam bentuk tertulis, teguran, edaran, surat keputusan, pemberitahuan, pedoman dan lain sebagainya.

Disamping komunikasi menegak (vertikal) ada juga komunikasi horisontal, yaitu komunikasi yan dilakukan oleh sekolah dengan instansi-instansi lai yang bersifat resmi. Komunikasi jenis ini terbagi atas:

    a.    Komunikasi antara sekolah dengan instansi sejenis baik dalam lingkup yang khusus (antara SMK dengan SMK lainnya) maupun lingkup yang luas (antar SMK dengan sekolah lain bukan hanya SMK) yang mempunyai tujuan sama

    b.    Komunikasi anatara sekolah dengan instansi lain yang tidak sejenis, misalnya antara sekolah dengan kantor telepon, bank, kantor keuangan, industry, perusahaan dan sebagainya.

Komunikasi Dalam Sekolah

Bentuk-bentuk komunikasi dalam sekolah yaitu :

    1.      Komunikasi antara kepala sekolah dengan guru, terjadi secara vertikal, maka arah komunikasi datang dari atas dan dari bawah atau komunikasi ke bawah dan ke atas.

Komunikasi ke bawah:

    a. Pemberian petunjuk, memberikan tugas, pengarahan, penjelasan tentang pedoman pelaksnaan tugas, menjelaskan tentang tata kerja dan sebagainya.

    b.  Memberikan perintah, untuk memberikan suatu tugas di luar rutinitas, yang belum disebutkan dalam petunjuk pembagian tugas, dan perintah-perintah itu.

    c. Memberikan informasi baik secara lisan maupun tulisan, melalui

pengumuman maupun buku keliling atau edaran.

    d. Pemberian pujian atau hadiah kepada guru yang telah melaksanakan tugas dengan baik

    2.    Komunikasi antara kepala sekolah dengan tata usaha

Wujud komunikasi ini juga seperti yang dilakukan oleh guru, dengan perbedaan pada jenis dan lingkup pekerjaannya

    3.   Komunikasi kepala sekolah dengan siswa, dapat dilakukan dengan tertulis

(pengumuman, edaran, teguran, sangsi) maupun secara lisan (pengumuman teguran dan peringatan)

    4.   Komunikasi antara guru dengan guru

Hubungan kedinaan dapat berupa pertemuan dalam rapat sekolah, bekerjasama dalam membimbing kelompok, menyelesaikan tugas kelompok dan sebagainya. Hubungan tidak formal antar guru selain dimaksudkan untuk melancarkan pelaksanaan tugas bersama juga untuk mempererat kekeluargaan antara kawan yang satu dengan yang lain.

    5.  Komunikasi antara guru dengan tata usaha, hampir tidak ada yang bersifat formal, karena guru dan pegawai TU berkedudukan sederajat tetapi berbeda dalam jenis tugas. Jenis komunikasi yang dijalin banyak pada hal yang bersifat tidak formal, seperti dalam bentuk pertemuan dan kunjungan. Dalam kedinasan komunikasi di arahkan pada usaha kerjasama dalam mencapai tujuan bersama yakni membina dan mengembangkan sekolah.

    6.  Komunikasi anatara guru dengan siswa, dapat terjadi secara formal dikelas dalam proses belajar mengajar. Komunikasi tidak formal dimaksudkan untuk lebih memahami siswa agar dapat diketahui kelemahan, kelebihan, watak, karakter kebiasan dan hal yang diperlukan dalam kaitannya keuksesannya belajar siswa.

    7.  Komunikasi antara siswa dengan pegawai tata usaha, misalnya surat-surat keterangan, pengambilan buku presensi, buku kelas dan lain sebagainya. Jika diklasifikasikan ada urusan yang menyangkut pengajaran dan ada pula yang menyangkut urusan sekolah.

    8.  Komunikasi antar siswa dengan siswa, dapat merupakan komunikasi yang formal (tetapi bukan dinas) yaitu jika terjadi didalam kelas dalam situasi belajar, tetapi lebih banyak yang bersifat non formal.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menunjang perkembangan masyarakat. Oleh karena itu masyarakat membutuhkan sekolah dan ikut bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan sekolah. Yang dimaksud dengan masyarakat adalah orang, lembaga, badan pemerintah dan swasta, pasar, tokoh, dan lain sebagainya. Dalam bagian ini pembicaraan akan difokuskan pada komunikasi antara sekolah dengan orang tua murid berupa:

    1.    Tujuan kerjasama sekolah dengan orang tua siswa

Dengan dasar kesamaan tanggung jawab dan kesamaan tujuannya, maka usaha kerjasama bertujuan untuk:

a.    Saling membantu dan saling mengisi. Dalam hal ini sekolah dapat memberikan informasi kepada orang tua mengena perkembangan ketakwaan kepada Tuhan YME, perkembangan kecerdasan dan ketrampilan, perkembangan budi pekerti, tingkah laku, pergaulannya serta kelemahan dn kelebihan siswa.

b.    Bantuan keuangan dan barang-barang, misalnya uang transport, alat pelajaran, buku tulis dan buku pelajaran, dan sebagainya.

c.    Untuk mencegah perbuatan-perbuatan yang kurang baik, misalnya tidak memasang reklame bioskopyang dapat merusak moral, tidak memutar film pada waktu pelajaran berlangsun, dan lain sebagainya.

2.    Bentuk kerjasama

Usaha kerjasama antara sekolah dengan masyarakat dapat dilakukan dengan:

    a.    Melalui organisasi Komite Sekolah

    b.    Melalui pertemuan misalnya dengan penyerahan siswa baru, wisuda,

    c.    Penyerahan rapor,dan pertemuan lain yang membicarakan

perkembangan sekolah.

    d.    Melalui ceramah ilmiah, bazar, malam tutup tahun, dan sebagainya.

        3.    Bidang kerjasama yang digarap

Beberapa hal penting yang harus digarap dalam hubungan kerjasama antar

sekolah dengan orang tua antara lain:

    a.  Bidang pendidikan mental, misalnya pengawasan terhadap siswa yang bolos,berbohong, tidak tertib, dan sebagainya.

    b. Bidang pengembangan bakat: apabila ada bakat yang nampak menonjol

dilakukan musyawarah bagaimana pengembanganya.

    c. Bidang pengajaran, misalnya dalam mengawasi mengerjakan PR, Praktek Kerja Lapangan , tugas

kelompok, keulitan belajar, kelambatan berfikir an lain sebagainya.

    d. Pembinaan jasmani, misalnya penyakit yang diderita,kelainan, cacat salah satu angota tubuh, kidal, sering pingsan dan sebagainya.

Oleh Drs. Edy Hartono (Bidang Humas)

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik gambar dibawah ini untuk memberi penilaian!

Penilaian rata-rata / 5. Jumlah Penilaian:

Komentar telah ditutup.